Cara Mencegah Kerusakan Lantai dan Dinding Kolam Renang

Tidak ingin lantai atau dinding kolam renang mudah retak dan pecah? Bagian finishing memang sebisa mungkin dijaga. Karena kerusakan lantai kolam renang tidak hanya membuat kolam terkesan kurang bagus tapi juga bisa berbahaya. Anda bisa membayangkannya sendiri, pecahan atau serpihan mozaik atau keramik bisa menyebabkan cedera dan luka jika dibiarkan rusak.

Kerusakan Lantai dan Dinding Kolam Renang

Kami memahami bahwa merawat kolam renang membutuhkan ketelitian ekstra agar tampilannya selalu prima. Kerusakan yang terjadi sering kali berawal dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita sehari-hari. Oleh karena itu, melakukan pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada harus melakukan renovasi besar yang memakan banyak biaya.

Bagaimana Cara Mencegah Kerusakan Lantai dan Dinding Kolam?

Pertama perlu dipahami material finishing kolam renang sebagus apapun ada risiko mengalami kerusakan. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar masalah itu tidak terjadi terlalu cepat. Dengan begini harapannya rentang perbaikan dapat dilakukan jauh lebih lama karena kondisi kolam renang yang terawat.

Keramik Mozaik Kolam Renang Minimalis

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda terapkan:

1. Pastikan Instalasi Dilakukan Secara Profesional

Pondasi utama dari keawetan lantai kolam dimulai saat proses pemasangan. Kami sangat menyarankan Anda untuk tidak menggunakan semen biasa dalam proses ini. Gunakan perekat keramik kedap air (waterproof) yang dirancang khusus untuk area bertekanan air tinggi agar material menempel sempurna.

Selain perekat, penggunaan Epoxy Grout untuk pengisi nat juga sangat membantu. Nat berbahan epoxy jauh lebih kuat, tahan kimia, dan tidak menyerap air dibandingkan nat semen biasa. Hal ini secara efektif mencegah air merembes ke balik keramik yang sering menjadi penyebab utama kepingan mozaik terangkat. Apakah Anda sudah memastikan tukang Anda menggunakan material yang tepat?

2. Jaga Kadar pH Air dan Klorin Tetap Stabil

Keseimbangan kimia air bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal keawetan material. Pertahankan pH air antara 7.2 hingga 7.6. Air yang terlalu asam dapat mengikis nat secara perlahan, sedangkan pH yang terlalu tinggi memicu kerak kalsium yang merusak keindahan permukaan keramik.

Pastikan juga kadar alkalinitas berada di angka 80–120 ppm. Anda bisa menggunakan baking soda untuk menaikkan alkalinitas jika terlalu rendah agar material tidak menjadi rapuh.

Pantau juga kekerasan kalsium (Calcium Hardness), karena jika kadarnya terlalu rendah, air akan secara alami “menghisap” kalsium dari nat dan keramik, membuatnya mudah retak dan rusak.

3. Jangan Gunakan Cairan Kimia Pembersih yang Terlalu Keras

Penggunaan bahan kimia pembersih yang ekstrem seringkali menjadi bumerang bagi pemilik kolam. Bahan kimia seperti Asam Muriatik jika tidak dilarutkan dengan baik bisa merusak permukaan mozaik.

Begitu pula dengan Sodium Hypochlorite, Asam Hidrofluorat, dan cuka yang sebaiknya tidak digunakan sembarangan untuk membersihkan lantai dan dinding kolam.

Gunakanlah bahan kimia dengan pH netral untuk menjaga lapisan glaze pada mozaik tetap mengkilap. Umumnya, menggosok mozaik dengan pool brush secara rutin tanpa bahan kimia keras sebenarnya sudah cukup selagi noda atau kerak belum menempel bandel. Langkah sederhana ini akan menjaga permukaan kolam tetap mulus dalam waktu yang lama.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Kerusakan Mozaik Kolam Renang

Kesalahan yang Mungkin Terjadi Saat Membersihkan Lantai dan Dinding Kolam

Terkadang, niat baik untuk membersihkan justru berujung pada kerusakan karena cara yang salah. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering kami temui di lapangan:

Distributor Mozaik Kolam Renang Bogor
  • Menggunakan Sikat Kawat atau Alat Logam: Ini adalah kesalahan besar. Alat ini dapat menggores lapisan pelindung keramik, membuatnya menjadi pori-pori terbuka yang justru mempercepat tumbuhnya lumut. Selain itu, serpihan logam kecil bisa tertinggal dan menyebabkan noda karat permanen.
  • Penggunaan Asam Tanpa Pengenceran: Menggunakan Muriatic Acid (HCI) untuk merontokkan kerak tanpa takaran air yang pas akan mengikis nat keramik. Hal ini melunakkan semen perekat di baliknya, sehingga kepingan keramik menjadi mudah lepas satu per satu.
  • Menggunakan Pressure Washer: Semprotan air bertekanan tinggi memang memuaskan untuk merontokkan kotoran, namun jika terlalu dekat, tekanannya bisa merontokkan nat dari sambungannya. Sekali nat rusak, air akan merembes dan merusak struktur yang lebih luas.
  • Mencampur Bahan Kimia Pembersih dengan Klorin: Kesalahan paling berbahaya adalah mencampur amonia atau cuka dengan kaporit. Reaksi ini menghasilkan gas kloramin yang sangat beracun bagi pernapasan. Pastikan area kolam memiliki sirkulasi udara yang baik saat pembersihan dilakukan.

Itu dia penjelasan mengenai tips mencegah kerusakan lantai kolam renang maupun keramik di dinding, semoga bisa bermanfaat. Dengan perawatan yang tepat, kolam renang Anda akan tetap indah dan aman digunakan untuk waktu yang sangat lama.

Ingin mendapatkan mozaik berkualitas yang awet dan tahan lama? Hubungi Dunia Mozaik. Kami menyediakan berbagai pilihan material finishing terbaik untuk kolam renang di rumah. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang dan dapatkan penawaran spesial hari ini!

Scroll to Top